JAKARTA, Batamist.id – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M tetap berjalan kondusif hingga hari ke-14. Berdasarkan data terbaru per Ahad (3/5/2026), tercatat sebanyak 77.269 jemaah dari 199 kelompok terbang (kloter) telah mendarat di Madinah.
Secara bertahap, ribuan jemaah mulai bergeser ke Makkah untuk melaksanakan umrah wajib. Hingga saat ini, sebanyak 52 kloter dengan total 20.689 jemaah telah tiba di Kota Suci Makkah dan bersiap menghadapi puncak ibadah haji.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa seluruh pergerakan jemaah terpantau aman.
“Alhamdulillah, hingga hari ke-14 operasional, seluruh proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar dan terkendali. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan petugas di seluruh titik layanan, baik di embarkasi, Madinah, maupun dalam perjalanan menuju Makkah,” ujar Maria Assegaff dikutip dari laman resmi Kemenhaj, Senin (4/5/2026) .
Penguatan Layanan Kursi Roda dan Larangan Pungli
Sebagai bagian dari program haji ramah lansia dan disabilitas, Kemenhaj memperketat tata kelola jasa dorong atau layanan kursi roda. Setiap petugas resmi kini wajib membekali diri dengan Kartu Kendali yang diterbitkan oleh PPIH guna mencegah praktik penyimpangan.
Maria menegaskan bahwa petugas dilarang keras meminta atau menerima imbalan dari jemaah. Kepolisian dan otoritas terkait akan memberikan sanksi tegas bagi siapapun yang melanggar ketentuan tersebut.
“Kami memperkuat tata kelola layanan kursi roda untuk memastikan layanan ini tepat sasaran, aman, dan bebas dari praktik penyimpangan. Seluruh layanan harus melalui mekanisme resmi, dan tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apa pun,” tegasnya.
Jemaah juga mendapat imbauan untuk tidak menggunakan jasa dorong non-prosedural di area Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi demi keamanan dan menghindari biaya yang tidak wajar.
Kesehatan Jemaah di Tengah Cuaca Ekstrem
Terkait aspek kesehatan, Kemenhaj melaporkan bahwa 8.575 jemaah telah menerima layanan rawat jalan. Gangguan pernapasan serta penyakit kardiovaskular mendominasi penyebab wafatnya sembilan orang jemaah haji hingga saat ini. PPIH memastikan akan memfasilitasi pelaksanaan badal haji bagi jemaah yang wafat sebelum puncak haji.
Mengingat suhu di Arab Saudi saat ini menembus angka 39 hingga 43 derajat Celcius, tim medis mengimbau jemaah untuk selalu menggunakan pelindung diri.
“Kami mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca panas. Gunakan pelindung diri dan pastikan kebutuhan cairan terpenuhi agar ibadah tetap berjalan dengan baik,” tutup Maria.
Selain menjaga kecukupan cairan, pemerintah berharap agar jemaah lebih bijak dalam membawa barang bawaan agar tidak mengganggu mobilitas selama perpindahan antarwilayah.
(RED)




