BerandaKepulauan RiauMeriah, Kemilau Nusantara Kepri Hadir di Tepi Laut

Meriah, Kemilau Nusantara Kepri Hadir di Tepi Laut

TANJUNGPINANG, Batamist.id – Kawasan Gurindam 12 Tepi Laut, Tanjungpinang, berubah menjadi pusat perayaan keberagaman budaya Indonesia. Kemeriahan parade seni dan budaya menandai peresmian pagelaran Kemilau Nusantara Kepulauan Riau (Kepri) 2026 pada Sabtu malam (14/6/2026).

Selama tiga hari hingga 15 Juni 2026, kawasan yang menghadap langsung ke Pulau Penyengat ini menyuguhkan berbagai pertunjukan seni, pameran, hingga bazar ekonomi kreatif. Perhelatan ini juga turut memfasilitasi antusiasme masyarakat dalam menyaksikan siaran langsung Piala Dunia 2026 melalui kerja sama dengan TVRI Kepri.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, dalam sambutannya menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar hiburan biasa. Ia memandang perhelatan ini sebagai ekosistem penting bagi pelestarian tradisi.

“Kemilau Nusantara bukan sekadar agenda hiburan, melainkan ruang perjumpaan yang mempertemukan warisan budaya dengan semangat inovasi masa kini dalam satu lanskap budaya yang dinamis,” ujar Nyanyang saat membuka acara.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa ajang ini selaras dengan komitmen Kepri sebagai pilot project pariwisata regeneratif.

“Event ini tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ekosistem budaya tempat nilai-nilai diwariskan, diciptakan ulang dan direvitalisasi sesuai tuntutan zaman,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menyebutkan bahwa acara ini merupakan satu dari 72 kalender event pariwisata tahunan di Kepri. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Pulau Penyengat sebagai Jembatan Lintas Generasi”.

“Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat. Karena itu, tema ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara generasi muda dengan warisan budaya yang dimiliki Kepulauan Riau,” jelas Hasan.

Data Dinas Pariwisata mencatat pertumbuhan tren kunjungan yang positif. Hingga April 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri telah mencapai sekitar 647 ribu orang. Harapannya, Kemilau Nusantara mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi daya tarik wisata yang signifikan.

Berbagai sanggar seni dan kelompok penyandang disabilitas menampilkan pertunjukan yang memukau pada malam pembukaan. Acara kemudian berakhir apik dengan penampilan Dermaga Musica Band di bawah semilir angin laut Gurindam 12.

(RED)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments