BATAM, Batamist.id – Aksi pencurian meteran air bersih kembali meresahkan warga Kota Batam. Kali ini, komplotan pencuri menyasar salah satu perumahan di kawasan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam pada Senin (8/6/2026) dini hari. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 12 rumah warga dilaporkan kehilangan meteran air dalam waktu satu malam.
Aksi nekat ini diduga kuat dilakukan oleh tiga orang pria yang memanfaatkan situasi sepi menjelang subuh. Akibat kejadian ini, warga setempat mengalami kerugian materiil dan aktivitas rumah tangga lumpuh karena terhentinya aliran air bersih.
Kronologi Warga Sadari Meteran Air Raib
Salah seorang warga terdampak, Yoga Prasetya, menceritakan kronologi saat ia pertama kali menyadari insiden tersebut selepas bangun tidur.
“Saya bangun tidur itu sekitar jam 05.10 WIB, Mas. Rencananya mau mandi. Pas saya hidupkan keran, kok airnya enggak hidup. Awalnya saya pikir sedang ada pemadaman air (mati air) dari pusat,” ujar Prayoga kepada Batamist.id, Senin pagi.
Karena mengira hanya pemadaman biasa, Yoga tetap mandi menggunakan sisa air yang masih tertampung. Namun, kejanggalan baru terungkap saat ia bersiap-siap untuk berangkat kerja.
“Selesai mandi, saya prepare mau kerja. Tapi saya bikin kopi dulu di depan rumah. Di situ saya baru ingat dan penasaran untuk coba cek ke depan, lihat meteran air. Pas saya lihat, rupanya meterannya sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.
Kejadian yang menimpa Yoga ternyata juga menimpa belasan tetangganya yang lain. Setelah warga melakukan pengecekan bersama di area perumahan, mereka mendapati maling telah menggondol total 12 meteran air milik warga pada malam yang sama.
Berkaca dari kejadian ini, Prayoga berharap pengelola perumahan memperketat sistem keamanan di lingkungan mereka. Ia juga mengingatkan masyarakat luas, khususnya warga yang berdomisili di wilayah Nongsa, untuk mempertebal kewaspadaan karena ia menyinyalir aksi pencurian serupa sudah marak terjadi di beberapa lokasi lain.
“Harapan saya agar keamanan lebih ditingkatkan lagi, karena kejadian seperti ini ternyata tidak hanya di perumahan ini saja. Dan bagi warga di wilayah Nongsa lainnya, saya imbau agar lebih berhati-hati dan menjaga lingkungan masing-masing,” pungkas Prayoga.
Kehilangan massal ini memicu keresahan mendalam di kalangan warga setempat. Selain harus menanggung kerugian materiil untuk penggantian unit meteran yang baru, warga kini kesulitan melakukan aktivitas dasar seperti memasak, mencuci, dan kebutuhan sanitasi lainnya karena aliran air yang terputus total.
Warga berharap pihak kepolisian dan perangkat keamanan lingkungan dapat segera bertindak memburu ketiga pelaku, serta meningkatkan patroli malam guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(RAY)



