BATAM, Batamist.id – Tragedi memilukan menimpa seorang remaja berinisial YTS (14) di kawasan Bengkong, Batam. Korban ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kanal pelabuhan belakang Perumahan Golden BCI, Kelurahan Tanjungbuntung, pada Sabtu (18/4/2026) sore.
Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra, melalui Kanit Reskrim Iptu Apriadi, menjelaskan bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB saat korban bersama dua rekannya berencana pergi memancing.
Kronologi Kejadian: Korban Sempat Panik
Insiden bermula ketika mereka mencoba menyeberang ke tepian pantai di sisi sebelah kanal. YTS mencoba menyeberang dengan berpegangan pada sebatang kayu yang terhubung ke temannya karena ia tidak mahir berenang.
Nahas, situasi berubah mencekam saat mereka sampai di tengah perairan.
“Ketika berada di tengah, tiba-tiba korban panik dan melepas kayu yang ia pegang dan langsung tenggelam. Ketika salah satu temannya berhasil memegang tangan korban dan mencoba menarik, namun gagal karena korban terlalu berat,” ungkap Apriadi.
Melihat korban tenggelam, kedua temannya segera meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga kemudian melaporkan kejadian ini melalui Call Center 110 Polresta Barelang.
Proses Pencarian dan Evakuasi
Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Bengkong bersama piket SPKT Polresta Barelang langsung meluncur ke lokasi kejadian. Pihak kepolisian melakukan proses pencarian secara intensif dengan bantuan masyarakat setempat.
Petugas dan masyarakat akhirnya menemukan tubuh korban pada pukul 15.27 WIB setelah melakukan upaya pencarian selama lebih dari satu jam. Petugas segera membawa YTS ke Puskesmas Tanjungbuntung untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, takdir berkata lain.
“Meski sudah dilarikan ke Puskesmas, nyawanya tetap tidak tertolong,” lanjut Apriadi.
Imbauan Keselamatan di Perairan
Pihak kepolisian kembali mengingatkan warga untuk selalu waspada saat beraktivitas di wilayah perairan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan renang atau peralatan keselamatan yang memadai.
Kecelakaan di laut atau kanal dapat terjadi kapan saja, sehingga sangat perlu pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di area perairan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(RAY)


