BATAM, Batamist.id – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi meresmikan Kantor Cabang Bank Sumut Batam dan Halte Rafflesia Bank Sumut di Batam Centre, Senin (27/4/2026). Kehadiran bank ini diharapkan memperkuat sinergi sektor perbankan dengan pemerintah daerah dalam memacu pertumbuhan ekonomi.
Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemko Batam dan Bank Sumut. Selain itu, Wali Kota secara simbolis menyerahkan buku tabungan kepada pelajar SD dan SMP Advance sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini.
Pertumbuhan Investasi Batam Melejit
Dalam sambutannya, Amsakar mengapresiasi langkah Bank Sumut yang ekspansi ke Batam. Pasalnya, kinerja ekonomi Batam pada 2026 menunjukkan tren yang sangat positif.
“Batam merupakan salah satu daerah tujuan investasi. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi mencapai Rp17,5 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,6 triliun, atau tumbuh 102,85 persen,” ujar Amsakar.
Dukungan Modal untuk Pelaku UMKM
Selanjutnya, Amsakar menekankan agar pihak perbankan berperan aktif mendukung program prioritas pemerintah, terutama pembiayaan bagi pelaku UMKM. Pemerintah Kota Batam memberikan bantuan modal hingga Rp20 juta melalui skema bunga yang menjadi beban pemerintah sepenuhnya.
“Kami berharap Bank Sumut dapat membantu menyalurkan pembiayaan tersebut kepada pelaku usaha. Masyarakat cukup membayar angsuran pokok, sementara bunga menjadi tanggung jawab pemerintah,” jelasnya.
Amsakar juga meminta dukungan dari Bank Indonesia (BI) dan OJK untuk mempermudah akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hal ini terutama berkaitan dengan solusi atas kendala administratif seperti BI Checking.
Komitmen Digitalisasi Layanan Daerah
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menyatakan komitmennya untuk menjadi mitra strategis Pemko Batam. Bank Sumut siap mendukung penuh digitalisasi layanan, termasuk integrasi sistem penerimaan pajak daerah.
“Kami berkomitmen mendukung peningkatan pendapatan asli daerah melalui optimalisasi 11 objek pajak serta pengembangan sistem pembayaran digital yang mampu memisahkan komponen pajak secara otomatis,” tegas Heru.
Perwakilan BI dan OJK Kepri, unsur TNI, jajaran pimpinan OPD Pemko Batam, Kadin Batam, serta sejumlah pelaku usaha turut menghadiri kegiatan ini. Kolaborasi ini, Batam optimis dapat menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan modern.
(RAY)




