BATAM, Batamist.id – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, berkomitmen mewujudkan kawasan pasar yang bersih dan tertata melalui penguatan sistem pengelolaan sampah. Langkah ini ia pertegas saat menerima audiensi Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO) Kota Batam di Kantor BP Batam, Selasa (21/4/2026).
Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi antara pemerintah dan pengelola pasar, terutama pasar swasta, dalam mengatasi tantangan limbah yang kian kompleks.
Zonasi Jadi Kunci Penataan
Li Claudia menekankan bahwa masalah sampah tidak bisa lepas dari keteraturan pedagang. Menurutnya, penempatan pedagang sesuai zona yang tepat akan mempermudah tim kebersihan dalam mengangkut limbah setiap hari.
“Jika pasar tertata, pengelolaan sampah akan lebih mudah. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Selama ini, pasar swasta di Batam menghadapi kendala keterbatasan fasilitas seperti kontainer sampah dan sistem pengangkutan yang sistematis. Padahal, pasar memiliki peran vital dalam menampung pelaku UKM hingga 30 persen.
Pendataan Melalui Teknologi Drone
Sebagai langkah konkret, Li Claudia menginstruksikan tim untuk mendata 60 pasar di Batam, yang terdiri dari 54 pasar swasta dan 6 pasar pemerintah. Identifikasi lapangan ini akan memanfaatkan teknologi drone untuk memetakan kondisi riil secara cepat dan akurat.
Pemerintah akan memprioritaskan pasar-pasar yang saat ini belum memenuhi standar kebersihan minimum.
“Penanganan akan dilakukan secara bertahap dengan target perbaikan di sejumlah lokasi setiap hari. Dalam pelaksanaannya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci, terutama antara BP Batam dan Pemko Batam,” tegas Li Claudia.
Solusi Jangka Panjang untuk Batam
Meski pengangkutan sampah tetap berjalan rutin, pemerintah tengah menyusun solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan. Li Claudia berharap sinergi antara pengelola pasar dan pemerintah dapat menciptakan lingkungan niaga yang sehat.
Ia optimis bahwa penataan yang dilakukan saat ini akan menjadi fondasi penting bagi estetika dan kenyamanan Kota Batam di masa depan.
“Kita ingin setiap langkah yang dilakukan hari ini memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga bagi masa depan Batam yang lebih bersih dan tertata,” pungkasnya.
(RAY)



