BerandaUncategorizedKepri-NTT Perkuat Sinergi Pangan dan Kendali Inflasi

Kepri-NTT Perkuat Sinergi Pangan dan Kendali Inflasi

TANJUNGPINANG, Batamist.id – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menjajaki kolaborasi lintas daerah untuk memperkuat stabilitas ekonomi. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menerima langsung kunjungan kerja Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (11/5/2026).

Pertemuan ini menjadi ajang studi banding Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta pembahasan mengenai ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kesamaan Karakteristik Daerah

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, melihat adanya potensi besar jika kedua provinsi ini saling bersinergi. Karakteristik daerah yang unik menjadi modal untuk menutupi celah kebutuhan masing-masing provinsi.

“Dengan berbagai kesamaan dan kondisi yang dimiliki oleh Kepulauan Riau dan NTT, kita bisa saling menukarkan kelebihan dan kekurangan untuk membangun kerja sama yang konkret di kemudian hari,” ujar Emanuel.

Emanuel memaparkan, ekonomi NTT tumbuh positif di angka 5,32 persen pada triwulan I-2026 dengan tingkat inflasi yang tetap terjaga di bawah tiga persen. Saat ini, pihaknya fokus mendorong pusat-pusat pertumbuhan baru di setiap kabupaten sesuai potensi lokal.

Potensi Maritim dan Investasi Kepri

Menyambut hal tersebut, Gubernur Ansar Ahmad memamerkan kekayaan sektor maritim Kepri yang sangat luas. Dengan wilayah laut mencapai 417 ribu kilometer persegi, Kepri memiliki potensi perikanan yang luar biasa.

“Potensi hasil tangkapan perikanan Kepri mencapai 1,3 ton dengan berbagai komoditas unggulan seperti cumi-cumi, ikan demersal, ikan karang, lobster hingga udang,” jelas Ansar.

Selain kelautan, Ansar juga menyoroti kemajuan sektor digital dan investasi di Kepri. Kehadiran KEK Galang Batang dengan investasi Rp21 triliun serta Batam Nongsa Digital Park menjadi bukti Kepri sebagai pusat teknologi masa depan.

“Pada kawasan ini juga terdapat data center Indonesia yang menjadi pusat pengembangan dunia digital dan artificial intelligence,” ungkapnya.

Capaian Ekonomi Terbaik di Sumatera

Kepri saat ini memegang rekor pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera, yakni mencapai 7,04 persen (y-on-y) pada triwulan I-2026. Prestasi ini dibarengi dengan angka kemiskinan terendah di Sumatera (4,26 persen) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terbaik di luar Pulau Jawa.

Kedua pemimpin daerah menargetkan peresmian kerja sama melalui dokumen MoU dalam waktu dekat. Sinergi ini akan menjadi kunci dalam stabilitas pangan dan perlindungan ekonomi warga Kepri maupun NTT.

(RED)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments