Minggu 31 Agustus 2025
Beranda blog

Learning Optimism Sebagai Salah Satu Intervensi Dalam Penanganan Klien Penyalahguna Narkotika

0

Berdasarkan Hasil penelitian dalam rangka P4GN Tahun 2021, Prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia terjadi peningkatan dari 1.8 di tahun 2019 menjadi 1.95 pada tahun 2021 (Puslitdatin BNN. Indonesia Drug Report 2022). Laporan UNODC (2022) dilaporkan terdapat 292 juta orang di dunia menyalahgunakan narkoba. Di Indonesia, hasil survey 2023 menunjukkan bahwa prevalensi penyalahgnaan narkoba mencapai 1.73 persen dari total penduduk usia 15-64 tahun atau sekitar 3.3 juta jiwa. (Badan Riset dan Inovasi Nasional. 2025).

Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif atau sering juga disebut NAPZA (Narkotika, psikotropika dan Zat Adiktif). Di dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika disebutkan pengertiannya, penggolongannya, ketentuan peredaran serta aspek lainnya terkait narkotika. Di dalam Pasal 7 disebutkan bahwa narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Karena itu penggunaan narkotika di luar kepentingan tersebut dapat dikatakan sebagai penyalahgunaan. Penggunaan narkotika terus-menerus dapat menimbulkan ketergantungan atau adiksi yaitu kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk menggunakan narkotika secara terus-menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama dan apabila penggunaannya dikurangi dan/ atau dihentikan secara tiba-tiba dapat menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas.

Adapun upaya untuk membantu sifat ketergantungan atau adiksi pada penyalahguna narkotika salah satunya dengan rehabilitasi berkelanjutan. Rehabilitasi Berkelanjutan yang selanjutnya disebut Rehabilitasi adalah serangkaian upaya pemulihan terpadu terhadap Pecandu Narkotika, Penyalahguna Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika yang mencakup penerimaan awal, rehabilitasi medis dan/atau rehabilitasi sosial, serta pascarehabilitasi. Rehabilitasi ini merupakan bagian dari program kerja P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) Badan Narkotika Nasional.

Dalam pelaksanaan rehabilitasi klien menjalani konseling dan diberikan edukasi informasi mengenai adiksi yang bersifat kronis dan kambuhan, adiksi tidak dapat disembuhkan namun disebut pulih. Dampak penyalahgunaan zat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, baik medis, psikologis, relasi sosial, finansial, karir/pendidikan, hingga spiritual. Hal ini dapat mempengaruhi keyakinan klien akan kemampuannya untuk mencapai dan mempertahankan pemulihan. Salah satu faktor yang mempengaruhi keyakinan klien penyalahguna adalah optimisme dalam menjalani pemulihan. Menurut Seligman (2006) Optimisme adalah cara pandang bagaimana seseorang bisa berpikir positif ketika menghadapi permasalahan-permasalahan yang terjadi di hidupnya. Dalam hal ini, permasalahan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Optimisme penting karena berperan meningkatkan harapan positif untuk memperoleh dan mempertahankan kepulihan.

Terdapat tiga dimensi dalam optimisme yang mempengaruhi cara pandang individu yaitu permanence, pervasiveness dan personalization. Permanence menggambarkan bagaimana individu melihat peristiwa yang bersifat sementara (temporary) atau menetap (permanent). Pervasiveness berkaitan dengan ruang lingkup dari peristiwa tersebut, yang meliputi universal (menyeluruh) dan spesifik (khusus). Personalization merupakan sikap yang berkaitan dengan sumber dari penyebab kejadian tersebut, meliputi internal dan eksternal.

Pada klien penyalahguna yang merasa tidak dapat pulih dapat dilakukan ‘reframing’ kembali bahwa kejadian slip, lapse atau relapse (kembali menggunakan zat) merupakan hal yang temporary. Dari dimensi permanence, individu dapat melihat proses pemulihan yang dilakukan hari demi hari merupakan hal yang bersifat relatif menetap yang perlu dilakukan untuk menjaga pemulihan yang menjadi tujuan bersifat permanen sedangkan kejadian bahwa ia kembali menggunakan zat merupakan hal yang bersifat sementara saja dari proses pemulihannya. Dari dimensi Pervasiveness, bahwa peristiwa penggunaan zatnya bersifat spesifik, tidak mempengaruhi seluruh aspek kehidupannya, sebaliknya klien tetap dapat bekerja, dapat beraktivitas sehari-hari, berperan sebagai anggota keluarga, serta masih menjadi bagian dari masyarakat. Pada dimensi Personalization, klien yang optimis dapat melihat bahwa penyebab penyalahgunaan zat dikarenakan faktor-faktor eksternal yang perlu ia sadari dan waspadai di kemudian hari agar dapat mempertahankan pemulihannya.

Learned Optimism sebagai salah satu intervensi dapat diterapkan pada saat konseling dengan klien yang merasa gagal, belum berhasil dalam menjalani pemulihan dari penyalahgunaan zat. Hal ini dilakukan dengan harapan klien dapat memperoleh sudut pandang baru dalam menjalani proses pemulihan dari penyalahgunaan zat. 

Reference

Badan Narkotika Nasional. Pedoman Layanan Pascarehabilitasi. 2022. Jakarta: BNN RI.

Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Seligman Ph.D, Martin E.P. (2006). Learned Optimism – How to Change Your Mind and Your Life. New York: Vintage Books.

Oleh : Irma Yuni

Penulis merupakan Pegawai Negeri Sipil di Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepuluan Riau

Debut Cemerlang Tama Bertus Naibaho di Kejurnas Angkat Berat 2025

0

BATAM, Batamist.id – Kota Batam kembali menorehkan kebanggaan melalui cabang olahraga angkat berat. Tama Bertus Naibaho, atlet muda Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Batam, berhasil mencatatkan prestasi luar biasa pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PABERSI 2025 yang digelar di Medan. Keikutsertaannya yang pertama kali di level nasional langsung berbuah manis dengan torehan medali.

Ajang yang berlangsung di GOR Veteran Basketball & Badminton Medan pada Kamis (07/08/2025) itu menjadi panggung pembuktian bagi Tama. Dengan semangat juang dan kerja keras, ia berhasil meraih dua medali sekaligus. Prestasi ini menunjukkan bahwa atlet Batam mampu bersaing dengan nama-nama besar dari berbagai daerah di Indonesia.

Kompetisi Kejurnas tahun ini menghadirkan persaingan ketat dari para lifter terbaik seluruh provinsi. Namun, Tama tampil luar biasa dengan teknik dan konsistensi yang matang. Hasilnya, ia sukses merebut medali emas di kelas -66 kg Senior Putra, mengungguli lawan tangguh asal Sumatera Barat yang sudah berpengalaman di tingkat nasional.

Tama Bertus Naibaho, atlet muda Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Batam, berhasil rebut dua medali sekaligus

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri tidak hanya bagi Tama, tetapi juga untuk PABERSI Batam dan Provinsi Kepulauan Riau. Raihan tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi atlet muda lainnya untuk terus berjuang mengharumkan nama daerah. Selain itu, prestasi Tama menjadi dorongan bagi pemerintah daerah dan KONI setempat untuk memberikan dukungan yang lebih besar dalam pengembangan olahraga angkat berat di Kepri.

Tak hanya itu, ia juga mengamankan medali perak di kelas -66 kg Junior Putra (Under 23), usai pertarungan sengit dengan atlet tuan rumah Sumatera Utara. Hasil ini menjadikan Tama sebagai satu-satunya atlet debutan yang berhasil berdiri di dua podium sekaligus di kejuaraan tersebut.

Keberhasilan ini tentu menjadi catatan penting bagi pembinaan olahraga angkat berat di Batam, khususnya di bawah naungan PABERSI. Tama bukan hanya sekadar menambah koleksi medali, tetapi juga memperlihatkan bahwa dengan latihan serius, disiplin tinggi, dan semangat juang yang kuat, atlet daerah bisa bersaing di level tertinggi. Ini menjadi prestasi perdana Tama di ajang nasional, dan langsung mencuri perhatian.

Ketua PABERSI Kota Batam Bendri Sitourus menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Tama. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim pelatih, dukungan orang tua, dan tentu saja kegigihan Tama sendiri. “Prestasi ini membuktikan bahwa Batam punya talenta besar yang bisa dibina untuk event-event nasional bahkan internasional ke depan,” ujarnya.

Dengan torehan emas dan perak di Kejurnas perdananya, Tama Bertus Naibaho kini menjadi salah satu aset berharga dunia angkat berat Batam dan Kepri. Dukungan berkelanjutan, fasilitas latihan yang memadai, serta partisipasi aktif dalam kejuaraan-kejuaraan lainnya diharapkan bisa menjadikan Tama sebagai atlet andalan Indonesia di masa depan.

Ketua PABERSI Batam Bendri Sitourus: Fokus Bangun Fondasi Angkat Berat

Ketua PABERSI Kota Batam Bendri Sitourus

Ketua Umum PABERSI Batam, Benri Sitorus, menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam pengembangan atlet angkat berat, meskipun PABERSI sendiri masih tergolong sebagai cabang olahraga yang relatif muda di Kota Batam. Namun demikian, semangat juang dan keseriusan pengurus dalam membina atlet telah membawa hasil nyata.

“Kami tidak main-main dalam membangun PABERSI. Fokus kami bukan hanya mencetak prestasi sesaat, tetapi membangun fondasi yang kuat untuk regenerasi atlet. Kami ingin menciptakan atlet-atlet potensial dari Batam yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Benri.

PABERSI Batam juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Ketua Umum KONI Kota Batam, Rani Rafitriyani, yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap program-program pembinaan dan pengembangan yang dijalankan PABERSI Batam.

Tak lupa, penghargaan juga diberikan kepada Ketua PABERSI Provinsi Kepulauan Riau, Anwar Naro, yang telah memberikan dukungan moril maupun teknis dalam setiap program kerja yang dilakukan oleh PABERSI Kota Batam.

Ketua PABERSI Kepri Optimis Cabor Angkat Berat akan Berjaya 

Capaian prestasi perdana anak anak muda Kepri yang diwakili Tama dari PABERSI Kota Batam mendapatkan apresiasi dari Ketua PABERSI Provinsi Kepulauan Riau, Anwar Naro. Anwar Naro memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian gemilang atlet angkat berat Kota Batam, Tama Bertus Naibaho, yang telah membawa nama Provinsi Kepri beraksi dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PABERSI 2025 di Medan.

Dalam debutnya mewakili Provinsi Kepri, Tama sukses mempersembahkan medali emas di kelas -66 kg Senior Putra dan medali perak di kelas -66 kg Junior Putra. Menurut Anwar, ini adalah bukti nyata bahwa atlet angkat berat di Kota Batam memiliki potensi besar di cabang olahraga angkat berat mewakili Kepri untuk mengukir prestasi di ajang nasional hingga internasional.

“Di tengah keberadaan PABERSI di Kota Batam Kepri yang belum genap 2 tahun, keberhasilan Tama tak hanya menjadi kebanggaan bagi Kota Batam, tetapi juga menjadi pencapaian penting bagi Provinsi Kepulauan Riau. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran PABERSI Batam yang terus konsisten dalam pembinaan atlet muda,” kata Anwar lagi.

Menurutnya, prestasi ini adalah buah dari dedikasi, disiplin, dan kekompakan tim. Tama adalah gambaran nyata hasil pembinaan yang serius yang dilakukan PABERSI Kota Batam dan Kepri di bawah naungan KONI Batam dan KONI Kepri.

Keberhasilan di Kejurnas 2025 ini menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh jajaran pengurus dan atlet PABERSI Batam untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Mereka berharap, lebih banyak lagi atlet-atlet muda berbakat yang bisa lahir dan berkembang dari Kota Batam, serta mampu membawa nama Kepulauan Riau bersinar di pentas nasional maupun internasional.

Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme dalam pembinaan, serta dukungan dari berbagai pihak, Anwar Naro optimistis PABERSI Batam akan menjadi salah satu kekuatan utama olahraga angkat berat di Indonesia. Ia juga menegaskan komitmen PABERSI Kepri untuk terus mendukung setiap potensi dan memperluas jangkauan pembinaan hingga ke kabupaten/kota lainnya di Kepri.

Ketua Umum KONI Kepri Usep RS

Ketua Umum KONI Provinsi Kepulauan Riau, Usep RS, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan Tama Bertus Naibaho, atlet angkat berat asal Kota Batam yang berhasil meraih medali emas dan perak dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PABERSI 2025 di Medan. Ia menilai prestasi Tama menjadi bukti bahwa Kepulauan Riau memiliki potensi besar di cabang angkat berat, yang harus terus dibina dan diarahkan dengan baik.

Usep RS berharap, ke depan lebih banyak event kejuaraan angkat berat yang digelar secara rutin dan terstruktur di tingkat daerah. Menurutnya, melalui kompetisi-kompetisi seperti ini, bibit-bibit unggul dapat ditemukan sejak dini, dilatih secara berjenjang, dan disiapkan untuk mewakili Kepri di ajang-ajang lebih tinggi seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Wilayah (Porwil), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara PABERSI, KONI kabupaten/kota, serta stakeholder olahraga lainnya dalam menciptakan sistem pembinaan yang berkesinambungan. “Dengan pembinaan yang konsisten dan kompetisi yang terukur, kita optimistis Kepri bisa meloloskan lebih banyak atlet angkat berat ke PON, bahkan berprestasi di level nasional dan internasional,” ujarnya.

KONI Kepri, lanjut Usep, berkomitmen untuk terus mendukung cabang-cabang olahraga potensial, termasuk angkat berat. Ia mengajak seluruh insan olahraga di Kepri untuk menjadikan prestasi Tama sebagai pemicu semangat membangun generasi atlet tangguh dan membanggakan di masa depan. (lmt)

BNN dan Relawan Anti Narkotika Bersatu Perangi Peredaran Narkoba di Kepri

0

BATAM, Batamist.id – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) memperkuat barisan perlawanan terhadap peredaran narkotika di Kepulauan Riau, wilayah yang dikenal sebagai salah satu pintu masuk narkoba ke Indonesia. Melalui asistensi terhadap 50 relawan anti narkotika, BNN mengajak masyarakat pesisir menjadi garda depan dalam memutus rantai penyelundupan barang haram tersebut.

Kegiatan asistensi relawan anti narkotika ini terlaksana di Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kamis (14/8/2025). Deputi Bidang Pencegahan BNN RI hadir langsung memberikan penguatan, menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah kunci memenangkan perang melawan narkoba.

Kepala BNN Provinsi Kepulauan Riau, Brigjen Pol Hanny Hidayat S.I.K., M.H., dalam sambutan tertulisnya mengajak para relawan untuk menjadi motivator yang mampu menggerakkan masyarakat secara mandiri.

“Perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Masyarakat harus menjadi bagian dari gerakan ini,” tegasnya.

Penyuluh narkoba Ahli Madya BNN RI, Rotua Sihotang, menambahkan bahwa pembentukan relawan ini merupakan instruksi langsung Kepala BNN RI. BNN akan membekali para relawan dengan keterampilan dan pengetahuan agar mereka dapat menjalankan tugas penyuluhan, pendampingan, hingga memantau peredaran narkotika di wilayahnya.

“Masyarakat pesisir harus punya sikap tegas menolak narkoba. Mereka berada di garis depan,” ujarnya.

Sementara itu, Dian Suryaningsih, relawan asal Tanjung Riau, mengungkapkan bahwa persoalan narkotika di Kepri berada pada level mengkhawatirkan. Menurutnya, pendekatan kepada keluarga, generasi muda, dan masyarakat pesisir menjadi strategi utama pencegahan.

“Kami ingin membangun kesadaran, agar masyarakat menolak ajakan sindikat narkotika,” kata Dian.

Walid Qudratulla yang merupakan relawan lainnya juga menyampaikan hal senada. ia menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dan BNN. Ia mengusulkan pendirian pos anti narkoba di kelurahan sebagai pusat koordinasi relawan.

“Pos ini akan memudahkan kami berkoordinasi sekaligus menunjukkan kehadiran negara di tengah masyarakat,” jelasnya.

Harapannya, sinergi BNN dan relawan menjadikan Kepri benteng melawan narkotika internasional sekaligus melindungi generasi muda.

(RAY)

Batam Raih Penghargaan Kota Layak Anak Nindya 2025

0

BATAM, Batamist.id – Kota Batam kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025, Batam sukses meraih penghargaan kategori Nindya dengan nilai 770,16 dari total 1.000 poin penilaian.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mewakili Pemerintah Kota Batam, yang diserahkan oleh Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Jumat (8/8/2025) di Auditorium KH. M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam, saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tapi pengakuan atas komitmen bersama seluruh elemen Kota Batam dalam menciptakan lingkungan aman, nyaman, dan ramah anak,” ujar Li Claudia.

Kota Layak Anak: Komitmen Bersama untuk Masa Depan

KLA merupakan sistem pembangunan daerah yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan. Penilaian meliputi penyediaan ruang publik ramah anak, fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga kebijakan perlindungan anak di semua sektor.

Selain itu, Li Claudia menegaskan, keberhasilan ini tak lepas dari sinergi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media.

“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh anak-anak Kota Batam, generasi masa depan bangsa,” tegasnya.

Langkah Lanjut Pemerintah Kota Batam

Pemerintah Kota Batam berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan anak, sekaligus mendorong partisipasi aktif anak dalam pembangunan kota.

Ke depan, tantangan akan semakin kompleks. Namun demikian, dengan semangat gotong royong, Batam akan menjadi kota yang membanggakan bagi semua generasi.

(RAY)

Polres Karimun Hadirkan Pasar Murah, Warga Bisa Belanja Hemat

0

KARIMUN, Batamist.id– Polres Karimun menggelar Gerakan Pasar Murah sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang momen-momen rawan inflasi. Kegiatan ini berlangsung pada 8–9 Agustus 2025 di Mako Polres Karimun dan 10 Agustus 2025 di Coastal Area Karimun, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kapolres Karimun AKBP Robby Topan Manusiwa mengatakan, pasar murah ini menjadi upaya nyata Polri untuk membantu masyarakat. Kegiatan ini bertujuan agar warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah

“Melalui Gerakan Pasar Murah ini, kami ingin membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya.

Berbagai bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya dijual dengan harga lebih terjangkau. Langkah ini bertujuan menekan gejolak harga. Gejolak tersebut kerap terjadi menjelang hari besar nasional maupun pada kondisi tertentu yang memengaruhi pasar.

Kegiatan pasar murah ini mendapat dukungan dari Dinas Perdagangan Pemkab Karimun dan pemerintah kecamatan setempat. Hadir dalam acara tersebut Kadis Perdagangan Basori, Camat Karimun Agung Jati, serta personel Polres Karimun.

Menurut Robby, kolaborasi ini membuktikan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sinergi tersebut bertujuan menjaga kestabilan sosial dan ekonomi di wilayah Karimun.

“Kami ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan masyarakat merasa terbantu,” tegasnya.

Panitia membuka acara ini untuk umum, dan warga memadatinya sejak pagi. Masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut karena dapat membeli bahan pangan dengan harga lebih murah dari pasar.

(RAY)

Rayakan HUT RI ke-80 di Grand Mercure Batam Centre: Nikmati Buffet “Rempah Merah Putih” & Bonus 4x Poin ALL

BATAM, Batamist.id – Dalam rangka memberikan apresiasi kepada tamu setia dan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Grand Mercure Batam Centre menghadirkan dua penawaran istimewa yang berlangsung sepanjang Agustus 2025.

Promo ini tak hanya memanjakan lidah lewat sajian kuliner khas Nusantara, tetapi juga memberikan keuntungan ekstra bagi anggota ALL – Accor Live Limitless melalui program reward poin berlipat.

4x Poin Reward ALL untuk Pemesanan Kamar

Bagi para anggota ALL – Accor Live Limitless, Grand Mercure Batam Centre memberikan kesempatan meraih 4x poin reward untuk setiap pemesanan dan menginap di hotel ini.
Promo berlaku mulai hari ini hingga 31 Agustus 2025 untuk periode menginap sampai 28 Desember 2025.

Tamu cukup mendaftar sebagai anggota ALL melalui tautan resmi, lalu mengaktifkan promo 4x poin sebelum melakukan reservasi. Dengan promo ini, setiap perjalanan bisnis maupun liburan di Batam menjadi lebih bernilai.

Buffet Spesial “Rempah Merah Putih” di Ambrosia Restaurant

Untuk memeriahkan HUT ke-80 RI, Ambrosia Restaurant di Grand Mercure Batam Centre akan menyajikan buffet makan siang bertema “Rempah Merah Putih” pada Minggu, 17 Agustus 2025. Dengan harga IDR 250.000++ per orang, tamu dapat menikmati aneka kuliner khas Nusantara seperti:

  • Hidangan pembuka: Gado-gado, Lawar, Selada Minang, Rujak Pengantin, Pecal Mandailing, Manisan Bogor

  • Sup dan hidangan utama: Sup Garang Asam, Soto Betawi, Ayam Goreng Sasando, Ikan Palumara, Sei Sapi Asap, Gulai Udang Kacang Panjang, Mie Goreng Aceh, Nasi Tumpeng Merah Putih, Lontong Sayur Cubadak, Mie Ayam

  • Pencuci mulut: Bolu Kemojo, Nagasari, Klepon, Kue Carabikang, Es Selendang Mayang, Es Cendol, serta buah segar

Buffet ini terbuka bagi tamu yang menginap maupun masyarakat umum dari dalam dan luar kota Batam.

Meriahkan Hari Kemerdekaan dengan Nuansa Tradisional

General Manager Grand Mercure Batam Centre, Samian Rais, menyampaikan bahwa event ini merupakan bentuk apresiasi kepada para tamu sekaligus cara menyemarakkan perayaan kemerdekaan.

“Selama bulan Agustus ini, kami menghadirkan program 4x poin untuk anggota ALL dan perayaan kuliner Rempah Merah Putih yang diiringi musik kemerdekaan. Semangat 17 Agustus juga kami rayakan bersama tim hotel melalui upacara bendera, penggunaan busana tradisional, dan lomba-lomba khas kemerdekaan,” ujarnya.

Cara Memesan & Mengaktifkan Promo

  1. Daftar anggota ALL melalui: https://login.accor.com/oidc/sign-up/email?flowId=cO9gURmkdH&contextparam=B549

  2. Aktifkan promo 4x poin di: https://all.accor.com/a/en/offers/hotel-bookings-earn-x4-reward-points.html

  3. Reservasi kamar atau tempat untuk buffet melalui:

Sebagai tambahan informasi, Grand Mercure Batam Centre berada Jl. Raja H. Fisabilillah, Teluk Tering, Batam Kota

Bea Cukai Tanjungpinang Tindak Pembawa Uang Asing Tanpa Lapor

0

TANJUNGPINANG, Batamist.id – Bea Cukai Tanjungpinang mengamankan uang tunai asing senilai sekitar Rp228 juta yang dibawa penumpang asal Singapura tanpa pemberitahuan lisan maupun tertulis. Petugas melakukan penindakan di Terminal Ferry Kedatangan Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura pada Senin (28/7/2025).

Pengawasan berawal saat petugas Bea Cukai memantau kedatangan penumpang dari Singapura menggunakan kapal Majestic Ferry pukul 11.45 WIB. Berdasarkan hasil profiling dan analisis mesin x-ray, petugas memeriksa fisik barang bawaan seorang WNI berinisial S.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, Joko Pri Sukmono Dwi Widodo, mengatakan pemeriksaan menemukan uang kertas asing. Uang tersebut berbentuk dolar Singapura (SGD) dan berada di dalam tas penumpang itu.

“Penindakan kami lakukan karena penumpang tidak memberikan pemberitahuan secara lisan maupun tertulis atas pembawaan uang tunai tersebut,” ungkap Joko.

S menyaksikan langsung hasil penghitungan yang menunjukkan uang tunai asing tersebut berjumlah SGD 18.000 atau setara Rp228.310.000. S mengaku uang tersebut merupakan milik pribadi.

“Atas temuan ini, kami melakukan penegahan, penyegelan, dan membawa seluruh uang tunai ke Kantor Bea Cukai Tanjungpinang untuk proses lebih lanjut,” jelas Joko.

Petugas Bea Cukai mewajibkan setiap orang yang membawa uang tunai lintas batas negara melebihi Rp100 juta untuk melaporkannya sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.04/2018. Masyarakat harus menyampaikan laporan tersebut langsung kepada petugas Bea Cukai. Petugas akan memberikan sanksi administrasi dan mewajibkan pelanggar menyetorkan uang ke kas negara jika ada pelanggaran pada ketentuan ini.

(RAY)

Pulau Galang Kembali Jadi Titik Bersejarah, Kini untuk Gaza

0

TANJUNGPINANG, Batamist.id – Pulau Galang di Kota Batam kembali menjadi sorotan dunia. Setelah dikenal sebagai lokasi penampungan pengungsi Vietnam pada era 1979–1996, kini pulau ini akan digunakan sebagai tempat pengobatan sementara bagi 2.000 warga Gaza, Palestina, korban perang dan genosida oleh Israel.

Rencana kemanusiaan ini disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Sidang Kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/8/2025). Presiden menginstruksikan penyiapan fasilitas medis dan dukungan logistik di Pulau Galang untuk melayani korban luka dari Gaza.

“Masih terkait dengan Gaza, Presiden kemarin juga memberikan arahan untuk Indonesia memberikan bantuan pengobatan untuk sekitar 2.000 warga Gaza yang menjadi korban perang,” ungkap Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, Kamis (7/8/2025).

Hasan menegaskan, bantuan ini murni berupa layanan medis dan bukan evakuasi permanen. Setelah menjalani pengobatan, pemerintah akan memulangkan para korban kembali ke Gaza.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Provinsi Kepri

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyatakan siap mendukung penuh arahan Presiden. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi, mengatakan langkah ini adalah wujud komitmen daerah terhadap misi kemanusiaan.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau siap mendukung apa yang menjadi arahan Presiden Republik Indonesia. Apalagi ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di Gaza. Saat ini kami sedang menunggu petunjuk teknis dari kementerian terkait,” ujar Hendri mewakili Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Kamis (7/8/2025).

Menurutnya, pemilihan Pulau Galang karena memiliki rumah sakit dan infrastruktur pendukung yang memadai. Hal ini memudahkan pelaksanaan misi kemanusiaan skala besar yang melibatkan penanganan ribuan pasien dari luar negeri.

Pulau Galang: Dari Pengungsian Vietnam ke Misi Gaza

Pulau Galang bukan tempat yang asing bagi sejarah kemanusiaan Indonesia. Pada 1979 hingga 1996, pulau ini menjadi rumah sementara bagi ribuan pengungsi Vietnam yang melarikan diri dari perang. Pemerintah kembali mengaktifkan fasilitas kesehatan, perumahan, dan logistik lama untuk misi kemanusiaan internasional.

Langkah ini memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang aktif dalam diplomasi kemanusiaan dan solidaritas global. Masyarakat Kepri memberikan dukungan aktif sebagai energi positif bagi keberhasilan misi ini.

Pariwisata Melejit, Batam Jadi Primadona Wisatawan Mancanegara

0

BATAM, Batamist.id – Kota Batam terus menunjukkan geliat kemajuan yang nyata. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang signifikan dalam empat tahun terakhir menjadi salah satu indikator kuat keberhasilan visi kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, memaparkan bahwa sejak tahun 2022 hingga pertengahan 2025, kunjungan wisman terus mencetak angka positif.

“Pada 2022, jumlah wisman yang datang ke Batam mencapai 565.936 jiwa. Kemudian meningkat tajam menjadi 1.192.931 di tahun 2023 dan 1.326.831 jiwa pada tahun 2024. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2025, sudah tercatat sebanyak 738.186 wisatawan mancanegara,” ungkap Rudi, Rabu (6/8/2025).

Wisman Dominan dari Singapura dan Malaysia

Dari total kunjungan pada 2025 ini, wisatawan asal Singapura tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan angka 355.523 kunjungan, disusul Malaysia dengan 188.713 kunjungan. Negara-negara lain seperti China (25.288), India (22.469), Filipina (13.239), Myanmar (13.164), serta Korea Selatan (8.054) turut menyumbang jumlah kunjungan wisatawan. Kehadiran wisatawan dari negara-negara ini ikut mendorong kenaikan total kunjungan ke Batam.

Rudi menambahkan bahwa wisatawan dari negara lain seperti Jepang (5.924), Amerika Serikat (4.333), Inggris (2.684), Vietnam (2.662), dan gabungan dari negara lainnya sebanyak 96.133 juga tercatat datang ke Batam selama semester pertama 2025.

Hasil Nyata dari Visi Kota Madani

Menurut Rudi, capaian ini tidak terlepas dari visi besar Wali Kota Amsakar dan Wakil Wali Kota Li Claudia. Keduanya secara konsisten mendorong Batam menjadi kota madani yang inovatif, berkelanjutan, dan berbudaya sebagai pusat investasi dan pariwisata.

“Ini adalah bukti konkret dari arah kebijakan dan program strategis yang berjalan efektif. Batam bukan hanya berkembang secara fisik, tetapi juga secara sistemik dan terukur,” tegasnya.

MICE Jadi Program Unggulan Penarik Wisman

Salah satu program prioritas Amsakar–Li Claudia yang mendorong naiknya angka kunjungan adalah penguatan sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Program ini menjadikan Batam sebagai destinasi utama untuk kegiatan bisnis dan pariwisata internasional.

“Banyak orang kini menjadikan Batam sebagai kota tujuan, baik untuk berwisata maupun berinvestasi. Ini tidak terlepas dari kerja keras membangun infrastruktur, promosi yang terarah, dan penciptaan iklim kota yang ramah investor dan wisatawan,” tutup Rudi.

(RAY)

Gubernur Kepri Goro Bareng ASN di Kawasan Ikonik Gurindam XII

TANJUNGPINANG, Batamist.id — Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad, memimpin langsung aksi gotong royong (goro) di Kawasan Gurindam XII, Tepi Laut Tanjungpinang, Kamis (7/8/2025). Aksi ini merupakan bagian dari Gerakan Kamis Goro yang rutin digelar Pemerintah Provinsi Kepri untuk menjaga kebersihan dan estetika ruang publik.

Didampingi jajaran pejabat dan perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Gubernur Ansar turun langsung membersihkan area jalan, selokan, taman, dan pelataran yang membentang dari kawasan Tepi Laut hingga Tugu Sirih—landmark ikonik ibu kota Provinsi Kepri.

“Mari kita bersama-sama berpartisipasi aktif dalam membersihkan kawasan lingkungan kita,” ujar Gubernur Ansar saat membuka kegiatan.

Menurutnya, gotong royong ini bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi bentuk nyata kepedulian dan rasa memiliki terhadap fasilitas publik.

“Kegiatan ini tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dalam menjaga ruang-ruang strategis kota. Apalagi, kawasan ini menjadi wajah Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi,” imbuhnya.

Contoh Kepemimpinan yang Inspiratif

Turunnya Gubernur Ansar secara langsung dalam kegiatan goro ini mendapat apresiasi dari peserta yang hadir. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai contoh konkret kepemimpinan partisipatif yang mendorong budaya kerja kolaboratif di lingkungan pemerintahan.

“Biasanya kepala daerah hanya simbolis, tapi Pak Gubernur benar-benar ikut turun tangan. Ini memberi motivasi bagi kami,” ungkap salah satu ASN yang ikut serta.

Jaga Kebersihan, Jaga Citra Kota

Gubernur Ansar juga mengingatkan pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha, dalam menjaga kebersihan kawasan strategis seperti Tepi Laut.

“Untuk para pedagang yang berjualan di kawasan ini, saya harap bisa ikut menjaga keindahan dan kebersihan. Karena ini bukan hanya untuk kita, tapi juga untuk citra kota kita ke depan,” tegasnya.

Pemprov Kepri menggencarkan Gerakan Kamis Goro sebagai bagian dari agenda revitalisasi kawasan strategis di Tanjungpinang.

(RAY)