BATAM, Batamist.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau (Kepri) resmi menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Lifeskill bagi masyarakat kawasan rawan narkoba. Penutupan kegiatan berlangsung di Kantor Lurah Galang Baru pada Jumat (9/10/2026).
Pada hari ketiga pelatihan, instruktur Bimtek, Mariyani, memberikan arahan dan panduan teknis mengenai pemrosesan kemasan (packaging). Langkah ini bertujuan agar produk olahan kerupuk buatan peserta memiliki daya saing serta nilai jual tinggi di pasaran.
Seluruh peserta menyelesaikan sesi praktik dengan lancar sebelum panitia membuka acara penutupan secara resmi pada pukul 14.00 WIB.
Dorong Kemandirian Ekonomi Warga
Koordinator Bidang P2M BNNP Kepri, apt. Lisa Mardianti, S.Farm., M.M., memimpin langsung acara penutupan tersebut. Sejumlah pihak turut hadir, termasuk perwakilan PLUT KUMKM Kota Batam, Sekretaris Lurah Galang Baru, Bhabinkamtibmas, serta seluruh peserta pelatihan.
Lisa menegaskan bahwa pembekalan keterampilan ini merupakan langkah strategis untuk memulihkan kawasan rawan melalui penguatan ekonomi keluarga.
“Program lifeskill ini dirancang agar masyarakat memiliki keahlian praktis yang bernilai ekonomi. Dengan terbentuknya kemandirian usaha dan meningkatnya pendapatan keluarga, ketahanan sosial masyarakat di Kelurahan Galang Baru akan semakin kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh ancaman peredaran gelap narkoba,” ujar Lisa.
Antusiasme Warga Tingkatkan Nilai Jual Hasil Laut
Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari warga setempat. Siska, salah satu peserta Bimtek, mengaku sangat bersyukur atas pelatihan yang diselenggarakan oleh BNNP Kepri. Selama ini, potensi hasil laut di wilayahnya hanya dijual mentah tanpa adanya nilai tambah.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini karena bisa belajar langsung cara mengolah hasil laut menjadi produk olahan seperti kerupuk yang punya nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.
Siska menilai, keterampilan baru ini dapat memutus ketergantungan nelayan lokal pada penjualan hasil tangkapan mentah yang harganya cenderung fluktuatif. Dengan inovasi pengolahan kerupuk, ia meyakini daya saing ekonomi warga Galang Baru akan meningkat secara signifikan.
“Saya berharap kegiatan ini mampu mengangkat perekonomian masyarakat sekitar dengan meningkatkan daya jual komoditas tangkapan nelayan di daerah kami,” ungkapnya.
BNNP Kepri berharap para peserta konsisten mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh untuk mengembangkan usaha produksi kerupuk secara berkelanjutan. Pendampingan dari instansi terkait akan terus berjalan untuk menjaga kualitas produksi.
Selain meningkatkan kesejahteraan, program ini mendorong warga untuk menjadi agen aktif pendukung P4GN demi menciptakan lingkungan Galang Baru yang mandiri, sejahtera, dan bersih dari narkoba (Bersinar).
(RAY)




