BATAM, Batamist.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau terus memperkuat pencegahan peredaran gelap narkotika di lingkungan instansi penegak hukum dan pertahanan maritim. Pihaknya melalui Bidang P2M menggelar Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba melalui deteksi dini tes urine di Pangkalan Bakamla Batam, Zona Bakamla Barat, Kamis (5/11/2026).
Koordinator Bidang P2M BNNP Kepri, apt. Lisa Mardianti, S.Farm., M.M., membuka rangkaian kegiatan dengan menyampaikan sosialisasi P4GN. Ia memaparkan materi tersebut di hadapan jajaran personel Zona Bakamla Barat. Lisa mengulas risiko besar penyalahgunaan narkotika serta menekankan pentingnya sinergi antar-instansi dalam menjaga perairan Kepri.
“Sektor maritim dan perairan Kepulauan Riau merupakan salah satu jalur rawan yang harus kita jaga bersama. Oleh karena itu, integritas serta kesiapan fisik personel Bakamla sangat krusial. Melalui deteksi dini ini, kita tingkatkan sinergi antar instansi sekaligus memastikan lingkungan kerja tetap bersih dari ancaman narkoba demi mewujudkan Indonesia yang Bersinar,” ujar Lisa.
Hasil Pemeriksaan Maraton dan Langkah Tindak Lanjut
Tim BNNP Kepri melakukan pengujian sampel urine secara maraton setelah sesi sosialisasi dan pengarahan teknis Prosedur Operasional Standar (SOP). Petugas memeriksa sebanyak 217 personel Zona Bakamla Barat secara menyeluruh.
Dari pengujian tersebut petugas mendeteksi satu orang personel terindikasi menyalahgunakan narkotika. BNNP Kepri langsung menyiapkan penanganan medis serta proses tindak lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
BNNP Kepri terus mendorong peningkatan kesadaran seluruh personel terhadap bahaya narkoba melalui sosialisasi dan tes urine berkala. Langkah ini juga untuk memperkuat terciptanya lingkungan kerja penegak hukum maritim yang aman, sehat, disiplin, dan produktif.
(RAY)




