BerandaBatamPemprov Kepri Apresiasi Gebyar Melayu Pesisir

Pemprov Kepri Apresiasi Gebyar Melayu Pesisir

BATAM, Batamist.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Bank Indonesia dalam menggerakkan perekonomian daerah. Hal tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 yang mengusung tema “Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

Ruang Kolaborasi dan Potensi Wilayah

Penyelenggara memusatkan kegiatan ini di K Square pada Kamis (17/9/2026). Acara tersebut mewadahi sinergi strategis berbagai pihak. Kolaborasi ini melibatkan Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku dunia usaha, UMKM, komunitas, serta masyarakat luas.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni memaparkan bahwa letak geografis Kepri memberikan tantangan sekaligus keunggulan tersendiri dalam peta pembangunan ekonomi nasional.

“Kepri memiliki luas wilayah 425.214,72 kilometer persegi yang terdiri dari 2.028 pulau. Sebanyak 98 persen wilayah Kepri merupakan lautan dan 2 persen berupa daratan. Posisi strategis di Selat Malaka memberikan Kepri keunggulan sebagai gerbang investasi, industri, perdagangan, serta destinasi pariwisata internasional,” ujarnya.

Para pemangku kepentingan menilai transformasi ekonomi krusial untuk menjawab tantangan konektivitas antarpulau, persaingan global, serta adopsi perkembangan ekonomi digital yang masif.

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Kepulauan Riau memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia atas konsistensinya dalam membangun sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong penguatan ekonomi daerah,” kata Misni.

Penguatan UMKM dan Digitalisasi Pembayaran

Dalam struktur ekonomi daerah, UMKM memegang peranan sebagai fondasi utama. Oleh karena itu, pemerintah tidak sekadar memperbanyak jumlah pelaku usaha dalam pengembangan sektor ini. Pemerintah mengarahkan fokusnya untuk menggenjot produktivitas, inovasi, dan kualitas. Selain itu, pemerintah memperluas akses pasar melalui pemanfaatan digitalisasi.

Kekayaan budaya Melayu mulai dari wastra, tenun, tudung manto, hingga kuliner khas memiliki potensi ekonomi besar jika para pelaku usaha mengemasnya berbasis kreativitas dan kekayaan intelektual.

“Pelestarian budaya harus ditempatkan bukan hanya sebagai upaya menjaga identitas, tetapi juga sebagai proses menciptakan nilai tambah ekonomi berbasis kekayaan intelektual dan kreativitas masyarakat,” tegas Misni.

Rangkaian acara Road to GMP menghadirkan berbagai program pendukung. Program tersebut mencakup kurasi UMKM, pelatihan tenun, export coaching, hingga business matching. Seluruh kegiatan ini mampu menyentuh aspek peningkatan kapasitas bisnis secara komprehensif. Selain itu, penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS didorong untuk memperluas jangkauan transaksi konsumen.

“Mari pula memanfaatkan kanal pembayaran digital, termasuk QRIS Antarnegara atau cross-border, sebagai bagian dari kesiapan masyarakat Kepri memasuki ekosistem ekonomi regional dan global,” ajaknya.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengikuti kegiatan GMP 2026 secara daring melalui video tapping. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Rony Widijarto Purubaskoro turut menghadiri acara tersebut secara langsung. Selain itu, sejumlah jajaran Forkopimda bersama para tamu undangan penting lainnya juga hadir dalam kesempatan yang sama.

(RAY)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments