BATAM, Batamist.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memperkuat upaya pencegahan peredaran narkoba di sektor industri strategis. Melalui Tim Bidang P2M, BNNP Kepri berkolaborasi dengan PT PLN Indonesia Power UP PLTU Tanjung Balai Karimun menggelar pemeriksaan sampel urine secara maraton selama tiga hari, mulai Selasa (8/9/2026) hingga Kamis (10/9/2026).
Mewujudkan Kawasan Industri Bersinar
Katim P2M BNNP Kepri, Lisa Mardianti mengatakan langkah preventif ini bertujuan untuk mewujudkan Kawasan Bersih Narkoba (Bersinar) di Objek Vital Nasional. BNNP Kepri menerjunkan petugas untuk melakukan skrining ketat terhadap 204 pekerja di lingkungan pembangkit listrik tersebut.
“Langkah deteksi dini melalui uji sampel urine ini bukan sekadar penegakan aturan, melainkan bentuk perlindungan preventif agar kawasan industri strategis dan objek vital nasional benar-benar steril dari ancaman penyalahgunaan narkotika,” ujar Katim P2M BNNP Kepri, Lisa Mardianti kepada batamist.id Kamis, (10/9/2026).
Lisa juga mengatakan dari hasil pemeriksaan menyeluruh, petugas mendapati 4 orang pegawai terindikasi positif menggunakan zat narkotika. BNNP Kepri menjalankan langkah pembinaan serta pencegahan risiko ke depan dan mendampingi penanganan kepada pegawai. Pihak BNNP menerapkan mekanisme rehabilitasi resmi sesuai regulasi yang berlaku.

Menjaga Kesiapan Fisik dan Keselamatan Kerja
BNNP Kepri memfokuskan kegiatan ini untuk memitigasi risiko akibat penurunan konsentrasi dan kewaspadaan pekerja di area vital PLTU Karimun. Mengingat tingginya risiko operasional ketenagalistrikan, kesiapan fisik serta mental personel menjadi prioritas utama penegakan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Manager UP PLTU Tanjung Balai Karimun, Riki Aditiyawarman, mengapresiasi inisiatif BNNP Kepri dan menegaskan bahwa langkah preventif ini merupakan wujud perlindungan bagi seluruh pekerja.
“Kegiatan tes urine ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjaga lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berintegritas. Di lingkungan pembangkit seperti ini, kondisi fisik dan mental setiap pegawai sangat menentukan keselamatan dan kelancaran operasional. Kami ingin memastikan bahwa seluruh rekan-rekan bekerja dalam kondisi terbaik mereka, bebas dari pengaruh zat-zat yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Riki.
Melalui sinergi ini, BNNP Kepri juga memaksimalkan kegiatan deteksi dini. Pihak BNNP berharap langkah tersebut memperkuat kesadaran internal. Mereka juga ingin membudayakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di Kepulauan Riau.
(RAY)




