BATAM, Batamist.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat menyiapkan langkah taktis guna menjaga ketahanan dan ketersediaan air baku. Fenomena “El Nino” yang diprediksi membawa kemarau panjang pada Juni hingga Agustus 2026 menjadi alasan utama penguatan mitigasi ini.
BP Batam bersinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia untuk melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan.
Optimalkan Volume Air di Enam Waduk Utama
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa proyek ini krusial untuk mempertahankan volume air waduk pada level aman. Dengan begitu, pasokan air bersih ke area permukiman maupun kawasan industri di Batam tetap berjalan tanpa hambatan.
BP Batam memfokuskan operasi hujan buatan ini pada enam waduk vital di Batam. Langkah tersebut menyasar waduk yang mengalami penurunan permukaan air cukup drastis, yaitu Waduk Duriangkang, Tembesi, Mukakuning, Sei Harapan, Sei Ladi, dan Waduk Nongsa.
“Kami merencanakan modifikasi cuaca ini sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan El Nino. Meskipun hujan masih turun, sering kali tidak jatuh di area tangkapan waduk. Oleh karena itu, kami berupaya agar hujan dapat diarahkan ke wilayah waduk sehingga mampu menambah cadangan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Denny saat memimpin rapat koordinasi, Jumat (15/5/2026).
Pada tahap awal, pihak panitia menjadwalkan operasi TMC berlangsung selama satu pekan. Manajemen BP Batam akan mengevaluasi efektivitas curah hujan buatan tersebut terhadap kenaikan debit air baku secara berkala.
Ajakan Menghemat Air bagi Warga
Di samping melakukan rekayasa cuaca, Denny mengetuk kesadaran masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam menjaga ketahanan air baku dengan metode penghematan mandiri.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih menghemat penggunaan air. Jika menemukan tindakan di luar prosedur terhadap jaringan air, segera laporkan kepada kami agar distribusi dan kebutuhan air dapat tetap terkendali,” tegasnya.
Adopsi Strategi Manajemen Air Singapura
Menatap tantangan jangka panjang, Denny mengungkapkan rencana strategis lembaga tersebut. Saat ini, BP Batam melirik kesuksesan Singapura dalam mengelola keterbatasan air alami melalui efisiensi ketat dan diversifikasi sumber air.
“Seluruh kajian teknis yang berkaitan dengan ketahanan air baku di Batam sudah kita pertimbangkan. Saya juga akan berkoordinasi dengan pimpinan BP Batam terkait langkah-langkah antisipatif lain agar suplai air baku ini bisa terus maksimal di tengah pertumbuhan pendudukan dan industri saat ini,” tutup Denny.
BP Batam mengombinasikan langkah taktis jangka pendek dan perencanaan strategis jangka panjang. Langkah ini bertujuan untuk mengamankan pasokan air di tengah dinamika perubahan iklim global.
(RAY)




