BATAM, Batamist.id – Sebuah insiden memilukan terjadi di Kavling Pertamina 2 Kabil, Kecamatan Nongsa. Seorang pemuda berusia 23 tahun bernama Gabriel menjadi korban pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan oleh darah dagingnya sendiri, yakni ayah kandung, abang kandung, serta pamannya.
Aksi kekerasan di internal keluarga ini terungkap setelah seorang warga bernama Daput Simatupang melaporkan kejadian tersebut melalui layanan darurat Call Center 110 pada Minggu malam (24/5/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Menerima laporan genting tersebut, personel piket Polsek Nongsa langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Piket Pawas Ipda Wirpatman bersama tim patroli memimpin langkah taktis ini guna meredam situasi dan menyelamatkan korban.
“Kehadiran personel di lokasi menjadi bentuk kesigapan Polri dalam merespons setiap laporan masyarakat secara cepat dan profesional,” ujar Kapolsek Nongsa Kompol Eriman, Senin (25/5/2026)
Tangan Dipegang Ayah, Kepala Diinjak Abang
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal kepolisian, adanya konflik intermal keluarga menjadi pemicu pengeroyokan ini. Kronologi kejadian memperlihatkan tindakan yang cukup sadis.
“Saat kejadian berlangsung, ayah dan paman korban diduga memegang kedua tangan korban sehingga korban tidak dapat melakukan perlawanan. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut,” jelas Eriman.
Petugas yang tiba di lokasi langsung mengamankan korban dari amukan para pelaku. Untuk mengantisipasi gesekan atau gangguan kamtibmas yang lebih luas di area pemukiman warga, polisi langsung mengevakuasi Gabriel ke Mapolsek Nongsa.
Layanan Respons Cepat Darurat 110
Saat ini, pihak penyidik Satreskrim Polsek Nongsa masih melakukan pendalaman intensif dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif utama di balik pertikaian keluarga yang berujung pada aksi pidana tersebut. Petugas juga sudah mengarahkan korban untuk membuat laporan polisi resmi serta menjalani visum medis.
Merespons kejadian ini, Polresta Barelang melalui Polsek Nongsa kembali mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Pihak berwajib meminta warga tidak mengabaikan potensi konflik kekerasan di sekitar mereka.
“Masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban melalui layanan Call Center 110. Layanan ini bebas pulsa dan siaga 24 jam untuk memberikan bantuan kepolisian secara cepat,” pungkasnya.
(RAY)




