Akademisi Malaysia Terpukau Manuskrip Pulau Penyengat

TANJUNGPINANG, Batamist.id – Kekayaan literasi sejarah di Pulau Penyengat kembali menarik perhatian dunia internasional. Kali ini, para akademisi dari Universiti Al-Quran Al-Sultan Abdullah Ahmad Shah Pahang (UNIQSAAS), Malaysia, secara terang-terangan mengungkapkan kekaguman mereka terhadap koleksi manuskrip peninggalan Kerajaan Riau-Lingga.

Apresiasi tersebut mengemuka dalam jamuan makan malam Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, untuk menyambut rombongan UNIQSAAS di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (10/4/2026).

Khazanah Intelektual Riau-Lingga

Naib Canselor UNIQSAAS Pahang, Mohd Zawavi Bin Zainal Abidin, menyatakan bahwa kunjungan ini memberikan wawasan mendalam mengenai warisan intelektual yang masih terjaga rapi. Ia menilai aset budaya ini merupakan pilar penting bagi identitas dunia Melayu secara global.

“Kami sangat terkesima dengan manuskrip yang ada di Pulau Penyengat. Ini adalah khazanah yang luar biasa dan harus terus dijaga serta dikembangkan,” tegas Mohd Zawavi.

Sebagai langkah konkret, pihak UNIQSAAS menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Yayasan Kebudayaan Inderasakti. Kerja sama ini nantinya akan fokus pada kajian manuskrip dokumen bersejarah serta pengembangan tulisan Jawi (Arab Melayu) yang menjadi pengikat budaya rumpun Melayu.

Penyengat Sebagai Pusat Sastra Melayu

Menanggapi rencana kolaborasi tersebut, Gubernur Ansar Ahmad menyambut baik gagasan penguatan budaya dan pendidikan lintas negara. Ia menegaskan kembali peran vital Pulau Penyengat dalam sejarah bahasa dan sastra di nusantara.

“Pulau Penyengat merupakan pusat lahirnya karya-karya besar sastra Melayu. Termasuk Gurindam Dua Belas yang ditulis oleh Raja Ali Haji,” jelas Ansar.

Pembangunan Monumen Bahasa Indonesia

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Ansar turut memaparkan rencana strategis Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk membangun Monumen Bahasa Indonesia di Pulau Penyengat. Lebih lanjut, proyek ini bertujuan untuk mengabadikan sejarah lahirnya bahasa persatuan bangsa Indonesia dari pulau bersejarah tersebut.

Oleh karena itu, melalui kolaborasi ini, Pemprov Kepri dan UNIQSAAS Pahang berupaya menjalankan pelestarian manuskrip dan penguatan SDM secara beriringan. Upaya tersebut menjadi komitmen bersama dalam menjaga relevansi budaya Melayu bagi generasi masa depan.

(RAY)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles