BATAM, Batamist.id – Wakapolda Kepulauan Riau, Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, resmi menutup Turnamen Domino Kapolda Kepulauan Riau Cup 2026 di Utama 98 Food Court, Batu Selicin, Lubuk Baja, Batam, Jumat (26/6/2026). Turnamen ini berlangsung meriah sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Mempererat Hubungan Polri dan Masyarakat
Ajang ini menarik antusiasme ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau. Selain jajaran internal, kegiatan ini juga menghadirkan unsur Forkopimda, TNI-Polri, instansi pemerintah, organisasi olahraga, sponsor, serta masyarakat pecinta olahraga domino.
Wakapolda Kepri menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar mencari juara, melainkan menjadi media untuk mempererat silaturahmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan:
“Turnamen ini bukan hanya ajang mencari juara, tetapi juga menjadi media memperkuat kebersamaan, menjunjung tinggi sportivitas, dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80.”ujarnya.
Daftar Pemenang Turnamen
Pada akhir acara, Wakapolda Kepri menyerahkan piala dan penghargaan kepada para pemenang yang telah menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Berikut daftar juaranya:
-
Juara I: Tim Bandara (10)
-
Juara II: Tim Karimun (5)
-
Juara III: Tim Batam Kota (10)
-
Juara IV: Tim Nongsa (1)
Sementara itu, kategori juara harapan masing-masing diraih oleh tim Barelang (9), Tanjungpinang (8), Polda (69), dan Sekupang (3). Sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta dan tamu undangan, panitia juga membagikan 100 door prize menarik.
Apresiasi KONI Kota Batam
Kepala Bidang Humas KONI Kota Batam, Danasmara Abipraya, yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Kota Batam Rani Rafitriyani, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan turnamen ini. Menurutnya, hampir 500 peserta yang terlibat menunjukkan bahwa olahraga domino memiliki daya tarik besar dan layak untuk terus dikembangkan.
“KONI Kota Batam mengucapkan selamat kepada seluruh juara Turnamen Domino Kapolda Kepri Cup 2026. Prestasi yang diraih merupakan hasil dari kemampuan, konsentrasi, dan sportivitas selama bertanding,” ujar Danasmara.
Ia juga memotivasi peserta yang belum berhasil meraih gelar agar tetap konsisten dalam berlatih.
“Kemenangan bukanlah tujuan akhir, tetapi bagian dari proses pembinaan. Bagi peserta yang belum berhasil, jangan menyerah. Terus berlatih dan tingkatkan kemampuan karena masih banyak kesempatan untuk meraih prestasi di masa mendatang,” tegasnya.
Danasmara berharap sinergi antara Polda Kepri, organisasi olahraga, dan masyarakat terus terjalin. Harapannya, berbagai kejuaraan serupa dapat melahirkan atlet-atlet domino yang siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
(RAY)




